Aku Pamit, Ya..! - Betawi katrok... memang katrok..
« Home | Cinta Begini.. Kekasih tak dianggap.. »
| Selamat Ulang Tahun, Bidadari..! »
| Kita??? Lo aja kaleee, gue engga!!! »
| Aya'-aya' Wae'..! »
| you have N.O. E.X.C.U.S.E wherever you are! »
| Rambutkuh..! Tilpun2an ituh.. »
| Mo posting.. »
| Ma’af.. ini hanya ujian kecil saja.. »
| Andai Kita Tau.. »
| Ape masih butuh Allah tulungin kite di kala suseh..? »
Jumat, 21 November 2008
Aku Pamit, Ya..!



***di sebuah bandara yg sibuk***

Seorang wanita duduk di ruang tunggu VIP..
Karna ternyata pesawat delay untuk waktu yg lama, dia putuskan membeli buku untuk mengisi waktu. Selain itu dia juga membeli sebungkus biskuit..

Kembali ke ruang tunggu VIP, duduk di sofa nyaman, di samping meja kecil tempat biskuit tergeletak, seorang laki-laki duduk di kursi sebelah.. membuka majalah & mulai membaca..

Ketika wanita itu mengambil biskuit yg pertama, laki-laki itu turut mengambil juga..
Wanita itu heran dan ingin marah, tapi tak bisa berkata apa-apa selain mengumpat dalam hati..
“Lancang benar! Bila saya tak sabar, sudah saya pukul dia untuk membayar kenekatan nya itu..!”
Selanjutnya, setiap kali wanita itu mengambil biskuit, lelaki itupun melakukan hal yg sama, hingga akhirnya tersisa hanya SATU biskuit saja.. Wanita itu berpikir sinis dalam hati,
“Apa yg akan kau lakukan sekarang, duhai lelaki lancang yg tak tahu sopan santun..???”

Tanpa diduganya, laki-laki itu mengambil biskuit yg tersisa, membaginya menjadi dua dan memberikan separuhnya kepada wanita itu..
Keterlaluan! Kali ini wanita itu benar-benar murka..

Ditepisnya biskuit itu, menutup buku yg tadi dia baca, mengemas semua barang bawaan nya dan bergegas meninggalkan ruang tunggu VIP dg marah..


***di dalam pesawat yg akan segera tinggal landas***

Duduk manis di kursi penumpang, wanita itu membuka tas nya untuk mengambil iPod, namun mendadak sontak dia terkejut..
Sebungkus biskuit miliknya ternyata masih utuh tersimpan di sana..

Wanita itu tak ingat bahwa dia belum mengeluarkan biskuit dari dalam tas nya tadi. Dia lupa bahwa bukan dia yg meletakkan biskuit itu di meja..
Laki-laki tadi telah rela BERBAGI biskuit di saat wanita itu kesal karena TERPAKSA harus berbagi dg orang yg tak dikenalnya..

Kini tak ada lagi kesempatan untuk menerangkan segala kekeliruan yg telah dilakukannya, bahkan untuk menyampaikan sebentuk kata ma’af sebagai tanda penyesalan pun sudah tak bisa..

*********

Pesan moral dari kisah ini..

Ada beberapa hal yang tak mungkin ditarik kembali

Kata setelah diucapkan..
Waktu setelah berlalu..
Kesempatan setelah hilang..

*********

Hai kamu temanku yg baik yg ada di sana..

Pernahkan seseorang mengatakan padamu.. betapa penting dirimu baginya..?

Pernahkah seseorang mengatakan padamu.. saat ia sedih, seringkali canda & ceritamu dapat membuatnya tersenyum..?

Pernahkah seseorang mengatakan padamu.. dia amat kehilangan saat menunggumu dalam harap namun kau tak kunjung menyapanya..?


Setiap BERBAGI apapun yg kamu punya & ketahui, tak perlu menunggu ucapan terima kasih.. setidaknya orang itu akan berpikir bahwa kamu di sana selalu dalam lindungan & baik-baik saja..

Untuk temanku yg baik yg ada di sana..
Kali ini akan kukatakan sesuatu untuk mu..
Tanpa keluarga & sahabat yg menyayangimu tulus, kamu tentunya akan kehilangan banyak hal..

Sayonara.. Sayonara.. Sampai berjumpa pula..
Aku pamit..
Pamit untuk waktu yg pastinya akan terasa begitu lama..
Semoga hari-harimu dipenuhi kebahagiaan & menyenangkan
Aku senang kita pernah berteman..

Jakarta yg hilang, tak bertanggal






***seseorang di sini sedang tersenyum sebagai tanda sayangnya yg tulus & nyata untukmu sambil berharap angin sudi menyampaikan pesannya untukmu bahwa dia pasti amat merindukan kebersamaan itu***

Label: , ,

 
posted by Sinopi at 23.53 | Permalink |


41 Comments: